Aku tahu, Tuhan menyayangiku..
Tuhan menyayangi hamba-Nya.
Maka Dia memberiku, memberi kita masalah dan cobaan hidup,
agar aku dan kalian dapat berpikir..
Terima kasih ya Allah. .
Sabtu, 16 April 2011
Jumat, 15 April 2011
Simfoni No. 9 (Beethoven)
Simfoni No. 9 dalam tangga nada D minor adalah simfoni terakhir Ludwig van Beethoven, yang selesai digubah pada tahun 1824.
Simfoni sepanjang 75 menit ini berisi bagian dari ode "An die Freude" (bahasa Inggris: Ode to Joy) karya Friedrich Schiller, sebagai teks yang dinyanyikan para solis dan paduan suara pada gerakan terakhir. Karya ini merupakan contoh pertama dari seorang komponis besar yang menggunakan suara manusia pada tingkat yang sama dengan instrumen-instrumen dalam sebuah simfoni.
Simfoni ini mungkin merupakan karya musik klasik yang paling terkenal, dan dianggap sebagai salah satu mahakarya Beethoven yang terhebat, digubah ketika dia tuli sepenuhnya. Simfoni ini memainkan peranan kebudayaan yang penting dalam lingkungan modern. Sebuah versi yang telah diadaptasi digunakan sebagai lagu kebangsaan Uni Eropa. Para pelajar dalam demonstrasi Tiananmen pada tahun 1989 menyiarkan simfoni ini melalui pengeras suara sebagai pernyataan melawan tirani. Sebuah pertunjukan yang terkenal yang dilakukan oleh Leonard Bernstein pada 25 Desember 1989 merayakan jatuhnya Tembok Berlin. Kata Freude ("kegembiraan") digantikan dengan kata Freiheit ("kebebasan") dalam versi tersebut.
Simfoni sepanjang 75 menit ini berisi bagian dari ode "An die Freude" (bahasa Inggris: Ode to Joy) karya Friedrich Schiller, sebagai teks yang dinyanyikan para solis dan paduan suara pada gerakan terakhir. Karya ini merupakan contoh pertama dari seorang komponis besar yang menggunakan suara manusia pada tingkat yang sama dengan instrumen-instrumen dalam sebuah simfoni.
Simfoni ini mungkin merupakan karya musik klasik yang paling terkenal, dan dianggap sebagai salah satu mahakarya Beethoven yang terhebat, digubah ketika dia tuli sepenuhnya. Simfoni ini memainkan peranan kebudayaan yang penting dalam lingkungan modern. Sebuah versi yang telah diadaptasi digunakan sebagai lagu kebangsaan Uni Eropa. Para pelajar dalam demonstrasi Tiananmen pada tahun 1989 menyiarkan simfoni ini melalui pengeras suara sebagai pernyataan melawan tirani. Sebuah pertunjukan yang terkenal yang dilakukan oleh Leonard Bernstein pada 25 Desember 1989 merayakan jatuhnya Tembok Berlin. Kata Freude ("kegembiraan") digantikan dengan kata Freiheit ("kebebasan") dalam versi tersebut.
Gerakan
Simfoni ini terdiri dari empat gerakan, yang masing-masing adalah:- Allegro ma non troppo, un poco maestoso
- Molto vivace
- Adagio molto e cantabile
- Presto/resitatif - Allegro ma non troppo/resitatif - Vivace/resitatif - Adagio cantabile/resitatif - Allegro assai/resitatif - Presto/recitative: "O Freunde" - Allegro assai: "Freude, schöner Götterfunken" - Alla marcia - Allegro assai vivace: "Froh, wie seine Sonnen" - Andante maestoso: "Seid umschlungen, Millionen!" - Adagio ma non troppo, ma divoto: "Ihr, stürzt nieder" - Allegro energico, sempre ben marcato: "Freude, schöner Götterfunken" / "Seid umschlungen, Millionen!" - Allegro ma non tanto: "Freude, Tochter aus Elysium!" - Prestissimo: "Seid umschlungen, Millionen!"
Teks gerakan keempat
Kata-kata yang ditulis Beethoven, bukan Schiller, ditunjukkan dalam bentuk miring.
Cerita Lagu Sepi: Gerakan ke-3 Simfoni #9Manusia adalah makhluk yang sangat kompleks. Senyuman sering tak sesuai dengan isak tangis di dalam hati. Semangat yang berapi-api dari sisi pemilihan kata dan dari ekspresi wajah seringkali tak mau menggambarkan keletihan yang luar biasa di dalam hati seseorang. Hiruk-pikuk tak selalu menunjukkan rasa sepi dan sunyi serta kehilangan harapan yang sangat mendalam oleh sirnanya harapan akan hidup. Ini tergambar ketika kita secara teliti mendengar gerakan ketiga dari simfoni kesembilan dari seorang Ludwig yang lahir dari keluarga Beethoven. Sebuah rentetan dan potret audibel dari emosi melodis yang menggambarkan rasa sepi, sunyi, dan luka hati mendalam namun sangat cerdas, yang menjadi pengiring lahirnya chorale yang paling banyak dipuja orang hingga saat ini ketika partitur ini telah berusia lebih dari 3 abad – ketika bahkan orang lebih ingat Donal Bebek saat mendengarkan melodinya daripada kesedihan melankolik yang ingin direfleksikan… Setiap kali membicarakan Ludwig van Beethoven, orang cenderung selalu berbicara tentang kehebohan chorale pada gerakan keempat simfoni ke-9 yang memang kontroversi pada masanya karena komposisinya yang sangat unik. Simfoni terakhir dan kontroversial dari Ludwig van Beethoven ini lebih dikenal karena komposisinya ini. Namun di sini, kita ingin diajak untuk mendengar dengan seksama sebuah sisi gelap dari rembulan kehidupan Ludwig yang menjadikan dirinya dan karyanya senantiasa misterius: ketika ia mencintai seorang immortal beloved, tanpa sadar bahwa kecerdasannya menjadikan dirinya immortally loved oleh peradaban homo sapiens hingga hari ini. Lagu ini dimainkan dengan arahan “adagio molto” = “sangat lambat”, namun Ludwig mengisyaratkan tanda metronom 60 yang sebenarnya bertempo sedang. Namun fakta emosional dari gerakan ke-3 simfoni ini seringkali menggoda maestro pemusik memainkannya dengan tanda metronom yang jauh lebih lambat agar “adagio molto”-nya lebih kerasa. Ludwig adalah seorang seniman dengan personalitas yang unik. Di balik kesohoran nama besarnya, ia selalu melawan otoritas kekuasaan politik yang menurut pendapatnya tidak adil termasuk beberapa kali penolakannya atas tawaran jabatan sosial kebangsawanan. Ludwig adalah sosok komponis revolusioner yang menolak embel-embel dan kesemuan kosmetik dari status sosial yang konyol. Namun sejarah menunjukkan bahwa kecerdasan Ludwig entah bagaimana selalu membuat orang-orang di sekitarnya memaafkannya yang seringkali dinilai selalu menantang tata krama itu. Bagaimanapun kehidupan Ludwig berhasil menunjukkan bahwa kebesaran seseorang tak perlu dilihat dari kesemuan embel-embel gelar atau bedak yang tebal atau rambut yang rapih tersisir. Seseorang mestinya terlihat dari apa yang telah dikaryakannya, diekspresikannya secara jujur dan konsisten. Banyak kritikus musik menunjukkan bahwa kehidupan pribadi Ludwig terpancar pada semua karya-karya simfoninya. Dan gerakan ke-3 yang pilu ini merefleksikan fakta bahwa kehidupan personal Ludwig selama hidupnya tidak seberuntung dan semekar kehidupan karya-karyanya hingga sekarang. Tak bisa dibayangkan bahwa seorang maestro musik besar harus menerima bahwa ia telah menjadi tuli (1796). Tak bisa pula bisa dibayangkan orang yang bisa melahirkan karya yang luar biasa sentimental, melankolis dan romantis seperti Ludwig senantiasa selalu hidup dalam bayang-bayang seorang wanita yang sangat dikasihinya namun tak pernah menjadi nyata dalam hidupnya yang tak panjang (1812). Kisah kasih misteriusnya ini telah diangkat ke layar kaca dengan judul “Immortal Beloved”, sebuah sebutan Ludwig sendiri dalam sebuah surat pribadi. Hingga hari ini, tak ada yang tahu siapa sebenarnya wanita misterius ini. Banyak perempuan yang diketahui dekat dengan Ludwig, namun siapa sebenarnya wanita ini tak pernah diketahui secara pasti. Gerakan ketiga dari simfoni ini dimainkan dalam gaya “Adagio molto e cantabile” yang dimainkan dalam tangga nada B-flat mayor – dalam variasi yang progresif dalam irama dan melodi sekaligus. Beethoven menggunakan variasi tempo komposisi dalam gerakan musik ini, diawali dengan tempo 4/4, dilanjutkan dengan 3/4 yang kemudian dilanjutkan dengan tempo 12/8. Hal ini menunjukkan kecerdasan dari gerakan komposisi adagio ini yang sekaligus menunjukkan bahwa kekuatannya di melodi. Sebagaimana biasanya, selalu ada empat tahapan dalam tiap lagu komposisi pada masa romantik, yaitu tahapan eksposisi, pembangunan, rekapitulasi, dan diakhiri dengan ekor (koda). Tahapan eksposisi dari lagu adagio ini diawali dengan musik tiup dengan tempo variatif antara adagio dan andante (dengan lambat). Permainan variasi tempo Ludwig dalam lagu ini berputar-putar antara andante dan adagio: Tahap eksposisi: Adagio –> Andante –>Adagio –> Andante Tahap pembangunan: Adagio Tahap rekapitulasi: Lo Stesso Tempo (tempo sama namun terjadi perubahan pelambatan di metronom) Jika kita perhatikan, tahapan pada tahapan eksposisi ini kita dapat mendengar beberapa variasi dari biola (strings) yang dimainkan dominan dengan beberapa variasi dengan tempo andante yang terasa kesan sendiri/sepi yang naik turunnya sering terkait dengan rengekan, keluh kesah, Contoh variasi (dari eksposisi) Yang jika kita nyanyikan: Contoh lain variasi (juga masih dari eksposisi) Yang kira-kira berbunyi: Jika kita teliti mendengarkannya kita akan mendengarkan adanya keramaian pada harmoni variasi untuk alat musik tiup (wind) yang menyertai dominasi singular biola sebelumnya, misalnya: Yang jika dinyanyikan: Pola ini merupakan hal yang terus divariasikan dalam tahapan pembangunan (development) hingga rekapitulasi dan koda dari cantabile ini. Sangat terasa sebenarnya kekuatan melodisnya, karena jika kita tidak teliti variasi yang terdengar seolah berbeda tatanan melodisnya dengan kontur yang menggambarkan kesendirian yang sangat ditengah keramaian dan hiruk-pikuk alat musik tiup yang mengitari gerakan melodis alat musik gesek (violin dan viola). Melodi berjalan terus secara mulus tapi cukup terasa atmosfir estetik di sini. Variasi akhir dari gerakan adagio ini dua kali diwarnai dengan dua “teriakan” yang keras dari semua orkestrasi alat musik yang terlibat dalam simfoni yang dijawab dengan biola secara singular yang menunjukkan kesendirian di dalam hiruk-pikuk yang riuh rendah. Nada-nada biola ini dipilih tinggi dengan oktaf ganda yang mungkin menjadi dasar interpretasi kritikus bahwa gerakan ke-3 dari simfoni ini menggambarkan kesakitan dari Beethoven di akhir-akhir masa hidupnya. Di bagian-bagian akhir ini Ludwig memunculkan pula solo alat tiup yang khidmat dan lambat yang sekaligus menjadi jembatan gerakan ke-3 ini ke gerakan ke-4 yang riuh rendah dengan chorale yang terkenal itu: Oda Kegembiraan dan Persaudaraan. Kesinambungan gerakan ke-3 dan ke-4 ini pula yang mungkin membuat seringkali rekaman digital belakangan dari simfoni ini (misalnya interpretasi yang dipimpin maestro kesohor almarhum Herbert von Karajan, 1977 dengan Berliner Philharmonika Orchestra) senantiasa menjadikannya satu bagian yang tak terpisah. Ludwig pernah menjalin kasih dengan seorag gadis aristokrat Giulietta Guiccardi, namun ayah sang gadis tak merestui dan Giulietta menikahi orang lain yang berujung pada perceraian. Namun usaha Giulietta setelah ia bercerai tak pernah berhasil kembali pada Ludwig. Ia juga dikabarkan pernah menjalin kasih dengan Josephine von Brunswick, seorang janda, namun lagi-lagi ia terhambat masalah keluarga si perempuan dan sikap Ludwig yang jarang secara terbuka mengekspresikan keinginannya. Terakhir Ludwig menjalin hubungan dengan Antonie Brentano, yang diduga kuat adalah orang yang dituju dalam surat misteriusnya tersebut. Surat misterius ini menggambarkan kesedihannya ketika ternyata sang pujaan hati tak pernah memahami perasaan Ludwig yang mungkin terlalu pemalu namun angkuh mengekspresikan perasaan padanya. Surat ini menandai runtuhnya harapan dan keinginan Ludwig pada upaya membangun rumah tangga. Destruksi emosionalitas dan kehilangan pendengaran telah membuat Ludwig menjadi seorang yang sulit untuk menyesuaikan karyanya dengan pesanan komposisi musik yang menjadikannya tak produktif. Secara finansial ia terjebak dalam kemiskinan yang amat sangat yang berakhir dengan berpulangnya pada 1827 setelah beberapa kali gagal dalam keinginannya untuk bunuh diri. Derita psikologis dan emosional ini tergambar secara sangat melodis dalam bentuk sahut-sahutan antara musik yang dimainkan oleh musik gesek dan musik tiup. Pada bagian awal, sahut-sahutan itu terjadi di antara singularitas atau duo alat gesek dan dua atau tiga instrumen tiup. Variasi melodis bersama permainan tempo menjadi warna tahapan eksposisi dan pembangunan dari lagu. Alur cerita lagu bagaimanapun naik pada bagian rekapitulasi, dengan kuatnya harmoni antara dua alat musik yang diperankan seolah antagonistik oleh maestronya tersebut. Harmoni makin kuat di bagian akhir lagu namun dengan tempo yang kembali adagio, terus hingga koda yang menggantung dan siap untuk melaju ke bagian chorale yang menghebohkan pada masanya, dan hingga sekarang masih saja akrab dengan telinga pop kita. Para kritikus jarang mengulik bagian ketiga dari simfoni no. 9 ini, karena biasanya sangat terfokus pada bagian keempat (chorale) yang sangat terkenal, dan juga karena memang lagu gerakan ketiga ini menjadi jembatan yang agak aneh dibandingkan bagian sebelumnya (gerakan 1 dan 2) yang sangat bersemangat dan cepat (presto). Mendengarkan gerakan ketiga ini adalah zooming terhadap sebuah motivasi mendalam dari kehidupan dan melankoli yang pribadi sekali dari seorang Ludwig. Sebuah rasa sepi di tengah hiruk-pikuk hidupnya sebagai seorang seniman yang terkenal. Sebuah tekanan psikologis yang kuat yang akhirnya memuntahkan sebuah karya fenomenal yang dapat membuat kita serasa ikut menitikkan air mata mendengarkannya dengan seksama dengan memahami cerita dibalik simfoni terakhir yang ditulis olehnya. Penderitaan psikologis yang kuat yang ingin dilepaskannya secara kuat pula: tak heran, bagian akhir dari simfoni yang berbentuk chorale dan pada premiernya banyak dicemooh orang karena melawan aturan dan kelayakan komposisi simfoni pada umumnya di masanya adalah bentuk keinginan Ludwig untuk segera bebas, lepas dari situasi efemeral dari hidup yang terkadang memang sangat merundung rasa bosan dan sepi ini… Score musik simfoni Ludwig van Beethoven dapat dilihat di sini : http://www.dlib.indiana.edu/variations/scores/cab4188/index.html Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Simfoni_No._9_%28Beethoven%29 http://qmuse.wordpress.com/2008/02/14/cerita-lagu-sepi-gerakan-ke-3-simfoni-9/ |
Ludwig van Beethoven
Ludwig van Beethoven
Beethoven, adalah salah satu pianis dan komponis kesukaan gue. Salah satu karya beliau yang sangat gue suka dan sangat gue kagumi adalah Piano Sonata No.8 - Pathetique, 2nd Movement. Simfoni ini juga sangat sering diperdengarkan di film Nodame Cantabile, yang diperankan oleh Hiroshi Tamaka dan Ueno Juri. Berikut ini adalah sepenggal profil dan kehidupan beliau. Cekidot la~ >.<
Ludwig van Beethoven (dibaptis 17 Desember 1770 di Bonn, wafat 26 Maret 1827 di Wina) adalah seorang komponis musik klasik dari Jerman. Karyanya yang terkenal adalah simfoni kelima dan kesembilan, dan juga lagu piano Für Elise. Ia dipandang sebagai salah satu komponis yang terbesar dan merupakan tokoh penting dalam masa peralihan antara Zaman Klasik dan Zaman Romantik. Semasa muda, ia adalah pianis yang berbakat, populer di antara orang-orang penting dan kaya di Wina, Austria, tempatnya tinggal. Namun, pada tahun 1801, ia mulai menjadi tuli.
Ketuliannya semakin parah dan pada 1817 ia menjadi tuli sepenuhnya. Meskipun ia tak lagi bisa bermain dalam konser, ia terus mencipta musik, dan pada masa ini mencipta sebagian karya-karyanya yang terbesar. Ia menjalani sisa hidupnya di Wina dan tak pernah menikah.
Keluarga dan masa muda
Keluarga
Kakek Beethoven, Ludwig Louis van Beethoven (1712-1773) bertugas sebagai penyanyi di kapel istana Bonn. Ayahnya, Johann van Beethoven (1740-1792) bekerja sebagai penyanyi tenor untuk pangeran Bonn (dari tahun 1752). Ibunya bernama Maria Magdalena Keverich (1767-1787). Johann van Beethoven memaksa anaknya latihan piano berjam-jam karena menginginkan anaknya menjadi 'anak ajaib' seperti Mozart. Beethoven mengadakan konser pertamanya pada tanggal 26 Maret 1778 tapi kepandaiannya tak setara dengan Mozart pada usia yang sama.Masa muda
Guru komposisi pertama Beethoven adalah Christian Gottlob Neefe (1748-1798). Neefe yang melihat bakat musik Beethoven mengajari Beethoven memainkan komposisi-komposisi milik Bach dan cara berimprovisasi, dia juga membantu Beethoven menerbitkan karya pertamanya (1783). Dalam sebuah majalah musik, Neefe menulis bahwa Beethoven bisa menjadi ‘Mozart’ yang kedua seandainya ia meneruskan kariernya.Pangeran Bonn, Franz Xaver Stelker menunjuk Beethoven sebagai wakil Neefe dalam bermain organ dan harpsikord. Pada 1783, Beethoven menerbitkan tiga sonata yang didekasikan kepada Pangeran Franz, tapi karena ia belum mendapatkan gaji dari pekerjaannya, Beethoven meminta untuk menjadi wakil Neefe secara resmi. Permohonan ini dikabulkan pada tahun 1784. Pada 1785, Beethoven menggubah tiga trio piano untuk pangeran namun karya ini tak diterbitkan sampai Beethoven meninggal. Pada saat yang sama, Beethoven belajar musik pada Franz Ries.
Pada 1787, Beethoven pergi ke Wina atas perintah Pangeran. Di sana ia bertemu dengan Mozart dan memainkan piano di depannya. Mozart sangat kagum dengan Beethoven dan dia mengatakan bahwa Beethoven bisa menjadi musikus besar pada masa depan nanti. Kunjungan Beethoven hanya sementara karena uangnya habis, dia juga dipanggil pulang ke Bonn karena ibunya sakit parah akibat TBC, yang kemudian merenggut nyawanya pada 17 Juli 1787. Beethoven terbeban mengurusi kedua adiknya yang masih kecil. Karena ayahnya pemabuk dan menghambur-hamburkan uang untuk alkohol, Beethoven meminta agar gaji ayahnya diberikan kepadanya. Beethoven mendapat penghasilan tetap dengan memberi les piano kepada keluarga bangsawan.
Berguru kepada Haydn
Pada 1792, Joseph Haydn sedang menetap di Wina untuk sementara dalam perjalanannya menuju London. Pangeran Waldstein, salah satu teman dekat Beethoven berhasil membujuk Pangeran Franz untuk membiayai perjalanan Beethoven menuju Wina untuk belajar komposisi pada Haydn.Pelajaran komposisi Beethoven pada Haydn tak berjalan dengan baik. Haydn memang guru yang ramah dan baik namun dia tak memberi banyak perhatian dan tidak mengoreksi tugasnya dengan teliti. Haydn menghargai Beethoven walau dia kurang mengerti ide-ide musiknya. Beethoven tanpa sepengetahuan Haydn belajar komposisi di bawah bimbingan Johann Schenk. Pangeran Franz memanggil Beethoven pulang ke Bonn tetapi Beethoven memilih untuk tinggal di Wina dan berkarier di sana sampai ia meninggal.
Pada saat Haydn pergi ke London pada awal 1794, Beethoven belajar komposisi pada Johann Georg Alberchtsberger dan Antonio Salieri. Beethoven memulai kariernya di Wina sebagai pianis. Pada Maret 1795, Beethoven membawakan Piano Concerto in Bb Major, Op. 19, dia juga mengadakan kunjungan ke Praha, Dresden, Leipzig, dan Berlin pada 1796.
Di Wina
Awal karier
Pada awal kariernya di Wina, Beethoven masih mendapat gaji dari Pangeran Franz, selain itu ia juga dibantu oleh beberapa bangsawan yang mendukungnya, antara lain Pangeran Carl von Lichnowsky. Beethoven mendedikasikan kepadanya salah satu sonata pianonya yang paling terkenal, Sonata in C Minor ‘Pathetique’, Op. 13. Masa awal Wina merupakan masa yang cukup produktif bagi Beethoven. Komposisi-komposisi yang ia gubah antara lain simfoni no. 1 dan 2, lima sonata piano termasuk ‘Moonlight’ sonata dan ‘Pastorale’ sonata, sonata biola keempat dan kelima (Op. 23 dan Op. 24), variasi cello pada Bei Mannern, welche Liebe fuhle milik Mozart, Quintet Op. 18, Septet in Eb Major, Op. 20, dan Quintet, Op. 29. Beethoven tidak hanya populer sebagai pianis virtuoso namun juga sebagai komponis. Murid-muridnya kebanyakan berasal dari keluarga aristokrat.Mulai periode ketulian
Pada pertengahan 1801, Beethoven menyadari bahwa daya pendengarannya mulai berkurang akibat otoslerosis. Sebuah surat yang ditemukan di sebuah rumah Beethoven di Heiligenstadt dekat Wina yang dikenal sebagai ‘Warisan Heiligenstadt’ berisikan betapa sedihnya Beethoven karena penyakit yang dialaminya. Kesedihannya memang wajar karena pada saat itu Beethoven sedang dalam puncak kariernya. Karena penyakit ini, Beethoven menjadi depresi dan dia menjadi semakin minder dalam pergaulan sosial. Salah satu alasan lain depresinya Beethoven adalah karena ia tak berhasil mendapatkan ‘teman hidup’. Banyak wanita bangsawan yang sering dicintainya namun umumnya cintanya bertepuk sebelah tangan.Lepas dari masa kemuraman
Pada tahun 1802, Beethoven keluar dari kemuramannya. Dia melanjutkan membuat komposisi. Pada tahun 1803 dia mementaskan Piano Concerto in Eb Major, Op. 37 dan tampil sebagai solois. Pada tahun yang sama Beethoven juga memainkan Violin Sonata Op. 47 miliknya dengan violinis virtuoso George Polgreen Bridgetower (1799-1860) dan mempersembahkan karya tersebut kepada Rudolph Kreutzer.Symphony No. 3 Eroica
Pada tahun 1805 menggubah Symphony No. 3 in Eb ‘Eroica’, Op. 55. Menurut temannya, Ferdinand Ries, Beethoven merobek judul asli simfoni yang didekasikan untuk Napoleon Bonaparte itu. Beethoven sangat marah setelah tahu bahwa Napoleon mengumumkan dirinya menjadi kaisar Perancis. Beethoven mengubah judul simfoni asli ini, ‘Bonaparte’ dan menulis ‘Sinfonia Eroica…composta per festiggiare il sovvenire de un grand’ uomo’ yang berarti ‘Simfoni eroika, ditulis untuk mengenang seseorang yang agung’.Tulisan ‘Sinfonia Grande intitolata Bonaparte del Sigre’ yang terdapat pada kopi manuskrip simfoni yang pertama dan kedua dihapus Beethoven secara paksa dan meninggalkan bekas lubang. Namun, kemarahan Beethoven hanya sebentar karena beberapa bulan setelah penobatan Napoleon, Beethoven mengirim surat pada Breitkopf & Härtel ‘titel simfoni itu sebenarnya Bonaparte’ dan pada tahun 1810 dia menulis bahwa ‘misa ini mungkin bisa juga didekasikan untuk Napoleon’. Simfoni tersebut dipentaskan di kediaman Pangeran Lobkowitz pada akhir tahun 1804.
Gaya komposisi baru
Dengan simfoni Eroica, Beethoven memperlihatkan sikap yang mau berjuang dari masa depresinya dan tak mau kalah oleh penyakit. Menurut Carl Czerny, muridnya, Beethoven mencoba gaya komposisi baru sewaktu mengerjakan tiga sonata piano, Op. 31. Hasilnya terlihat pada tiga sonata miliknya, Piano Sonata in C Major ‘Waldstein’, Op. 53, Piano Sonata in F Major, Op. 54, dan Piano Sonata in F Minor ‘Appasionata’, Op. 57. Tapi, Beethoven pernah mengomel pada Czerny bahwa dia agak kesal karena publik hanya menyukai ‘Moonlight’ sonata miliknya padahal dia bisa menciptakan lagu-lagu yang lebih bagus dari lagu itu.Simfoni kelima Beethoven dianggap sebagai simfoni yang memulai gaya baru. Pada simfoni ini, terdapat tempo nada yang seperti mars. Hal ini tak pernah terjadi pada masa-masa sebelum Beethoven.
Pentas opera Fidelio
Pada tahun 1805, sebuah teater mementaskan opera milik Beethoven, Fidelio, yang memiliki judul asli Leonore. Namun, pementasan ini tak berhasil karena pada beberapa hari sebelumnya, Wina ditaklukkan oleh Napoleon. Fidelio direvisi oleh Beethoven dua kali, tahun 1806 dan 1814. Beethoven juga menciptakan empat overture untuk Fidelio yang diberi judul Overture Leonore no. 1, 2, dan 3. Overture ke-4 diberi nama Overture Fidelio.Sesungguhnya Beethoven belum memiliki pendapatan tetap. Dia baru menerima honor setelah menyelesaikan pesanan musik atau ada karyanya yang diterbitkan. Pada 22 Desember 1808, Beethoven mengadakan konser untuk mencari dana di teater Wina. Konser ini menampilkan banyak karya Beethoven yang terbaru, antara lain Symphony No. 5 in C Minor, Op. 67 dan Symphony No. 6 in F Major, Op. 68, konserto piano no. 4, dan Fantasien, Op. 80. Konser ini belum diketahui kesuksesannya dari segi keuangan.
Ingin pindah dari Wina
Pada tahun 1808, Beethoven sesungguhnya ingin pindah dan bekerja pada Jerome Napoleon di Cassel dengan gaji 2400 gulden/tahun. Namun, teman-temannya dari kalangan bangsawannya, antara lain Pangeran Rudolph , Pangeran Lobkowitz, dan Kinsky meminta Beethoven untuk tetap tinggal dengan jaminan mereka akan membayar gaji Beethoven sebesar 4000 Gulden per tahun. Beethoven juga membuat komposisi Piano Concerto No. 5 in B Flat Major ‘Emperor’, Op. 73, yang didekasikan untuk Pangeran Rudolph dan String Quartet in E Flat Major, Op. 74. Pada tahun yang sama, Napoleon menduduki kembali kota Wina sehingga banyak bangsawan yang melarikan diri dari sana. Beethoven menciptakan Piano Sonata in Eb ‘Les adieux’, Op. 81a.Krisis keuangan
Pada tahun 1811, Beethoven semakin depresi pada masa sulit ini. Terutama karena ia tak berhasil mendapat jodoh. Salah satu wanita yang ia pinang adalah Countess Therese Malfatti namun ia ditolak. Beethoven juga mengalami krisis keuangan karena terjadi penurunan mata uang kertas di Wina. Harga uang menjadi seperlima dari mata uang terbaru. Beethoven juga mengalami perselisihan dengan adiknya, Johann. Namun, Beethoven mulai mengerjakan Symphony No. 7 in A Major, Op. 92 dan selesai pada awal 1812.Pada musim semi tahun 1812, Beethoven berkunjung ke spa di Teplitz dan bertemu dengan Johann Wolfgang von Goethe, salah satu orang yang paling ia kagumi semenjak masa kecilnya. Pada tanggal 8 Desember 1813, Beethoven membuat simfoni ‘perang’ berjudul Wellington’s Victory. Beberapa komponis terkenal seperti Hummel, Mayseder, Moscheles, dan Salieri ikut ambil bagian pada pementasan simfoni ini.
Konser besar
Pada tanggal 29 November 1814, Beethoven mementaskan Fidelio yang sukses besar. Sebagian besar anggota kongres Wina ikut menonton opera ini. Di luar kesuksesan tersebut, pendengaran Beethoven semakin lama bertambah parah. Keadaan ini bertambah parah karena Beethoven menuntut hak orang tua asuh atas keponakannya, Karl. Beethoven menganggap ibu Karl tak sanggup mengasuh keponakannya. Beethoven memenangkan kasus ini namun ia pun bukan orang tua yang baik untuk Karl. Anak itu akhirnya menjadi tertekan dan mulai bergaul dengan geng anak-anak nakal. Puncaknya adalah pada tahun 1826, saat Karl mencoba bunuh diri. Hal ini membuat Beethoven cukup mengalami depresi. Setelah sembuh, Karl kembali ke ibunya dan masuk ke sekolah militer.Pada tahun 1817, Beethoven keluar dari depresi dan kemurungannya. Hal ini terlihat dengan saat dia membuat Piano Sonata in A Major, Op. 101. Pada tahun 1817, Beethoven menggubah beberapa komposisi untuk seorang penulis Inggris, Richard Ford. Namun, karya-karya ini tak pernah diketahui sampai ditemukan di Inggris pada tahun 1999. Selain itu, Beethoven juga mulai merencanakan untuk menggubah piano sonata-nya yang paling revolusioner, Piano Sonata in Bb 'Hammerklavier', Op. 106.
Missa Solemnis
Pada tahun 1822, Beethoven menggubah Missa Solemnis untuk penobatan Pangeran Rudolph sebagai uskup di Olomouc pada tahun 1819. Beethoven juga memulai rancangan simfoni ke-9-nya.Pada 7 Mei 1824, Beethoven mementaskan Missa Solemnis beserta Simfoni ke-9 di Wina. Konser ini sukses besar. Tapi ada berita yang mengatakan bahwa Beethoven tidak sadar kalau konsernya telah selesai dan terus membaca partitur. Caroline Unger, salah satu solois alto dalam simfoni tersebut harus menarik baju Beethoven agar dia mau berbalik dan melihat ke arah penonton yang bertepuk tangan dengan meriah.
Pada tahun 1826, Beethoven menderita demam tinggi yang ternyata disebabkan oleh sakit ginjal. Penyakitnya tak tertolong dan dia meninggal pada 26 Maret 1827.
Karya-karya Ludwig van Beethoven bisa dilihat di sini (click me) nyo .
Ohya, kita juga bisa mengetahui tentang Beethoven, forum, fans Beethoven dan lain-lain di Beethoven digitally . Di sini kita dapat melihat fakta-fakta tentang komposer terkenal tersebut. Kita juga dapat memperoleh wawasan tentang Karya Beethoven-Haus di Bonn danmemanfaatkan layanan yang beragam yang ditawarkan (highlights). So, selamat menikmati. . :D
| Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Ludwig_van_Beethoven |
Langganan:
Postingan (Atom)